beritasurabayanet – surabaya post : Soegiantoro terkejut. Ketua KPPS TPS 11 Bogen, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari itu tak menduga salah satu pemilih itu keluar dari bilik suara demikian cepat. Ia makin terkejut saat Wahyu, calon pemilih itu, membuka kartu suara yang beberapa detik lalu ia terima. Dalam kartu suara itu sudah ada tanda silangnya!
Pada gambar pasangan nomor urut dua, terdapat dua tanda silang berwarna merah di bagian tengah. Selain itu, gambarnya juga tercoblos.
Selidik punya selidik, ternyata masih ada satu surat suara lain yang bernasib sama. Kali ini yang tercontreng gambar pasangan nomor urut tiga, hanya saja tidak sejelas surat yang pertama.
” Calon pemilih yang bersangkutan langsung meminta ganti surat suara pada kami ,” kata Soegiantoro, Rabu (8/7).
Tak ayal, adanya surat suara yang tercontreng ini membuat kalang kabut banyak pihak. Beragam dugaan pun merebak. Anggota KPU Jatim, Najib Hamid dan Arief Budiman langsung mengecek ke lokasi.
” Ketua KPPS hendaknya membuka tiap surat suara yang akan diberikan pada pemilih sehingga tahu kondisi surat suara ,” imbau Najib.
Rekannya, Arief berjanji akan menyelidiki kasus ini namun tak bisa memberi keterangan rinci saat ini. ” Akan kami selidiki dulu ,” ujarnya.
Di luar surat suara bercontreng dan kisruh DPT lama dan baru di Kelurahan Jemur Wonosari, secara umum pemungutan suara berjalan lancar.
Gubernur Jatim, Soekarwo termasuk yang yakin kelancaran ini berlangsung hingga akhir. “ Kami tak khawatir ada kisruh terkait ketersediaan surat suara. Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, surat suara cadangan cukup untuk mengatasi kemungkinan tambahan pemilih yang menggunakan KTP ,“ kata pria yang memberikan suaranya di TPS 27 Kertajaya ini. Dia hadir bersama seluruh keluarganya sekitar pukul 08.15.
Sebagaimana diketahui, warga yang tidak memperoleh undangan datang ke TPS, tetap dapat memilih dengan berbekal KTP dan fotokopi kartu susunan keluarga (KSK). Mereka bisa memilih di TPS di wilayah RW-nya. Kebijakan Mahkamah Konstitusi ini, sebelumnya, diprediksi memunculkan kerumitan. Salah satunya, peluang terjadinya kekurangan surat suara karena diserbu pemilih ber-KTP. (Red./Mistar)
DIarsipkan di bawah: Berita Lintas Surabaya







