Pedagang Curigai Pemkot-CV Gala Bumi Perkasa Kongkalikong
Wakil Ketua II Tim Pemulihan Pascakebakaran (TPPK) Pasar Turi, Rosyid, mengungkapkan indikasi “ main-main ” itu terlihat dari proses lelang pembangunan Pasar Turi, yang saat ini masih berjalan. Malah, jadwal lelang terus molor. Ia menduga ada skenario untuk meloloskan salah satu investor dalam putaran lelang prakualifikasi.
Ada indikasi, lanjut Rosyid, tim lelang ikut ” bermain ” dalam proses lelang prakualifikasi tersebut. Buktinya, lelang putaran pertama lalu, dari lima investor, yang lolos hanya satu. Padahal, investor lainnya juga memenuhi syarat sebagaimana ditentukan. ” Kok hanya satu yang lolos, ada apa ini ?,” ungkap Rosyid, Minggu (26/7).Kecurigaan pedagang kian bertambah, masih kata Rosyid, ketika investor yang lolos itu diketahui tidak pernah memaparkan konsepnya kepada pedagang. Sementara investor lainnya menjelaskan konsep pembangunan Pasar Turi.
‘’ Investor satu ini tahu-tahu sudah lolos lelang pertama lalu ,” tandasnya. Karena itu, pihaknya menuntut agar Pemkot Surabaya segera membubarkan tim lelang karena dianggap tidak kredibel lagi.
Informasi yang diperoleh, dari lima calon investor atau rekanan yang memasukkan berkas penawaran adalah CV Tower Cemerlang, CV Gala Bumi Perkasa, CV Grahanandi Sampurna, CV Prambanan, dan CV Karsa Bayu Bangun Perkasa. Dari lima rekanan itu hanya CV Gala Bumi Perkasa yang lolos pada lelang putaran pertama.
Keputusan ini yang dinilai pedagang ada “ main-main ”, yang membuat mereka kecewa. Sebab, muncul kabar jika CV Gala Bumi Perkasa merupakan rekanan yang dekat dengan pejabat teras Pemkot Surabaya. Tujuannya, begitu rekanan ini menang mereka akan ikut membiayai Persebaya Surabaya, yang saat ini sedang kesulitan dana.
Sekretaris TPPKPT Kemas A Chalim juga mengungkapkan hal sama. Menurutnya, Pemkot tidak peduli atas pembangunan Pasar Turi. Ini diketahui dari hasil prakualifikasi peserta lelang beberapa waktu lalu. Menurutnya, CV Gala Bumi Perkasa tidak pernah melakukan pemaparan konsep pembangunan Pasar Turi dengan pedagang. Padahal dalam perjanjian sebelumnya, pemaparan menjadi salah satu syarat mereka bisa ikut proses prakualifikasi tersebut.
” Bukan tidak mungkin mereka akan mengeruk dana dari pedagang untuk pembiayaan Persebaya itu. Misalnya dengan mematok harga stan dengan nilai tinggi ,” tandasnya.
Menanggapi keinginan pedagang agar tim lelang dibubarkan, Ketua Tim Lelang Pasar Turi, Mukhlas Udin, tak keberatan. Ia mempersilakan para pedagang untuk mengajukan keinginannya secara formal kepada Walikota Surabaya, Bambang DH. ‘’ Sebab, tim lelang merupakan penunjukan dari walikota ,’’ ujar Mukhlas, yang juga Asisten II Sekkota Surabaya ini.
Ia juga membeberkan sejumlah masalah krusial yang dihadapi dalam revitalisasi Pasar Turi. Menurutnya, molornya revitalisasi hingga dua tahun ini lantaran rencana awal yang pernah disepakati dengan pemerintah pusat gagal. Ia mencontohkan, sebelum ya telah disepakati dalam pembangunan pasar, pemerintah pusat akan kucuran dana Rp50 miliar, ditambah dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya masing-masing Rp25 miliar dan 100 miliar. Namun, pemerintah pusat dan Pemprov Jatim ternyata hanya siap Rp5 miliar.
” Sementara Pemkot juga tidak punya cukup anggaran untuk menutupinya. Karena itu kami pun terpaksa banting setir dengan melakukan lelang investasi untuk pembangunan pasar itu. Inilah yang menyebabkan proses menjadi lama ,” papar Mukhlas. (Red.)
DIarsipkan di bawah: Berita Pemerintah Kota Surabaya







