Istri Guru Besar sekaligus Caleg DPRD Jatim
|
|||||
beritasurabayanet – Surabaya Pagi : Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya Whisnu Wardana, terus dilanda masalah.
Setelah dilaporkan PC Nahdhatul Ulama Surabaya ke Polwiltabes Surabaya, kini mantan politisi PKB ini diributkan oleh sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat Surabaya karena diduga telah berselingkuh dengan koleganya satu partai, bahkan kabarnya, kasus ini sempat dilaporkan ke DPP Partai Demokrat.
Sumber di Partai Demokrat Senin siang kemarin (3/8) mengatakan wanita yang disebut-sebut diselingkuhi Whisnu itu berinisial FN, caleg DPRD Jatim terpilih hasil Pemilu Legislatif 2009 dari Dapil I. Padahal, wanita itu telah memiliki suami berinisial AZ, salah seorang guru besar di salah satu perguruan tinggi di Jl Ahmad Yani Surabaya yang juga seorang takmir masjid besar di Jawa Timur. ‘’ Kabar perselingkuhan Whisnu sudah menjadi rahasia umum di sini, tapi hampir semua pengurus tidak mau ambil pusing. Teman-teman sudah lama tahu, mas ,” ujar sumber di DPC Partai Demokrat. Akibat affair ini, lanjutnya, rumah tangga AZ dan FN bubrah alias berantakan. Keduanya telah mengurus proses perceraian di Pengadilan Agama. “Akibat hal ini aktivitas ibu (FN, red) mulai berkurang di partai ,” bebernya. Karena menyangkut moral politikus, apalagi Partai Demokrat juga menjadi pemenang di Surabaya, kasus ini telah dilaporkan ke DPP Partai Demokrat. Beberapa pengurus DPC Partai Demokrat yang enggan disebut namanya menambahkan, tidak hanya soal sangkaan selingkuh,Whisnu Wardhana, juga kurang disukai di Demokrat dengan tudingan sebagai kurang konsisten dan gemar berpindah partai, “ Dulu ketika PKB besar dia di situ, kini giliran PKB menurun dia berpindah ke Demokrat ,” ungkapnya. AZ yang ditemui secara terpisah membenarkan jika rumah tangganya berantakan akibat jalinan affair isterinya tersebut. “Rumah tangga saya dalam masalah yang cukup besar mas ,” aku dia, kemarin. Dia menjelaskan keretakan rumah tangganya memang diakibatkan oleh hadirnya pihak ketiga. Akibatnya, sebagai suami, dia tidak bisa berbuat banyak. ” Kelima anak saya pun sudah tahu hal ini ,” ujarnya. Kini, AZ mengaku pasrah. Ia hanya berharap pria yang telah merusak bahtera rumah tangganya mendapatkan balasan dari Tuhan. “ Saya hanya pasrah, biar Tuhan yang memberikan balasan atas ulah orang itu ,” tuturnya. Whisnu Wardhana yang dikonfirmasi melalui ponselnya, tadi malam, membantah jika dirinya berselingkuh dengan FN. “ Itu tidak benar sama sekali ,” kata Whisnu, yang langsung menutup ponselnya. Sikap Demokrat Marzuki berharap kabar itu harus dibuktikan secara hukum. “ Nah persoalan (perselingkuhan, red) itu kan harus ada bukti hukum. Kita tunggu saja bukti pidananya ,” sahut politisi yang terkenal santun ini. Disinggung tentang laporan yang dikirim suami FN, Marzuki mengaku belum tahu. “ Belum masuk tuh, selama ini kita masih sibuk Pilpres ,” ucap Marzuki. Kata Marzuki, jika betul hal itu benar-benar terjadi dan sampai merusak rumah tangga orang, Partai Demokrat tidak segan-segan bertindak tegas. Tidak hanya dicopot dari caleg tapi dievaluasi keanggotaannya di partai. “ Tidak cuma partai yang bersikap, kalau memang ada dan terbukti. Pak SBY dan Bu Ani mendengar bisa marah-marah ,” ucapnya serius. Sebab, menurutnya, persoalan perselingkuhan mencoreng nama baik partai yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI. Marzuki berjanji akan memproses kasus ini setelah membaca laporan yang masuk di DPP. Dari laporan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat bersama Koordinator Wilayah Partai Demokrat Jatim Anas Urbaningrum. “ Kita lihat lagi, kita akan lihat pendapat dari Anas (Anas Urbaningrum, red) ,” pungkasnya. Sementara itu, pihak DPD Partai Demokrat Jawa Timur mengaku sudah mendengar, tapi belum menemukan laporan outentik tentang perselingkuhan Whisnu. Namun mereka siap melakukan crosscheck ke yang bersangkutan. “ Nanti saya cek dulu ke DPD, sudah masuk apa belum laporannya. Soalnya saya belum dengar ada kasus itu ,” ujar Arif Affandi, Wakil Ketua Bidang Infokom DPD PD Jatim. (Red.) |
|||||
|
DIarsipkan di bawah: Berita Hukum & Kriminal Surabaya







