Sucihani, saudara kandung keduanya, tak kuasa ketika melihat makam suaminya, Ibrohim.
|
beritasurabayanet – VIVAnews - Jasad duo teroris Saefudin Zuhri alias Saefudin Jaelani dan M Syahrir sudah dimasukkan ke liang lahat. Sucihani, saudara kandung keduanya, tak kuasa ketika melihat makam suaminya, Ibrohim alias Boim, tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah.
Pantauan VIVAnews keluarga besar duo teroris itu penuh rasa duka mengiringi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur, Selasa, 13 Oktober 2009.
Jasad Saefudin Jaelani dan M Syahrir memang dimakamkan sekitar 50 meter dari makam suami Sucihani, Ibrohim. Di sela pemakaman sang saudara kandungnya, Sucihani terlihat menghampiri pusara Ibrohim.
Wanita berjilbab warna krem dan berbaju hijau ini lalu menabur bunga di atas makam sang suami. Dia terlihat menangis sembari menadahkan tangan seperti sedang memanjatkan doa.
Sucihani terlihat menangis paling keras. Bisa dibayangkan, saat pemakaman suaminya, dia hanya bisa melihat dari dalam mobil. Saat itu, Sucihani tidak ‘mendampingi’ Ibrohim masuk ke liang lahat. Dia mendapat pengawalan ketat dari polisi di dalam mobil.
Sucihani bersimpuh di makam Ibrohim. Tepat di samping nisan Ibrohim. Dia tak kuasa menahan tangis. Dengan didampingi ibu kandungnya, Asanih, Sucihani lalu meninggalkan makam sang suami, Ibrohim.
Seperti diketahui, Ibrohim tewas dalam pengepungan sekitar 17 jam di Temanggung, Jawa Tengah. Ibrohim sempat dikira sebagai gembong teroris Noordin M Top. Penata bunga yang dipekerjakan di Hotel Ritz Carlton ini memiliki peran sebagai perancang strategis pengeboman Jumat 17 Juli 2009. (Red.)
DIarsipkan di bawah: Berita Nasional







