Pernikahan Yenny Gus Dur

Yenny Ingin Bulan Madu di Jembatan Suramadu,Yenny mengaku dia dan suaminya tak akan pergi jauh-jauh untuk berbulan madu

Jembatan Suramadu (ANTARA/Eric Ireng)

beritasurabayanet – VIVAnews : Hari ini, Kamis 15 Oktober 2009, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh Rahman alias Yenny Wahid resmi menikah dengan Dhohir Farisi.

Yenny mengaku dia dan suaminya tak akan pergi jauh-jauh untuk berbulan madu. “Ke Suramadu,” kata Yenny, saat ditanya rencana bulan madunya.

“Kami ingin melihat bulan purnama di atas Jembatan Suramadu,” tambah Yenny.

Meski serumah, Yenny dan Farisi tak lantas bergabung dalam satu partai. Kata Dhohir Farisi, dia tetap akan di Gerindra dan Yenny tetap di PKB.

“Bagi kami politik adalah profesional dan pilihan. Kita memang punya bendera masing-masing. Jadi apapun bendera kita, kita tetap akan menghargai karena dia adalah istri saya, saya adalah suaminya,” kata Farisi.

Kata Farisi, yang menyatukan dia dan Yenny adalah ideologi politik. “Ideologi itu tak harus selalu formal, sehingga lantas harus menjadi anggota parpol yang sama,” tambah dia.

Senada, Yenny mengatakan keluarga adalah prioritasnya setelah menikah. “Keluarga paling penting, masalah politik karena sama-sama di politik, itu masalah kedua,” kata dia.

“Partai politik lima tahun bisa berganti nama, tapi keluarga nggak,” tambah Yenny.

Akad nikah Yenny dan Farisi diselenggarakan di Masjid Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Gus Dur meminta Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla menjadi saksi akad nikah kedua mempelai.

Resepsi pernikahan akan digelar di Gedung Sampoerna Strategic, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta dengan jumlah undangan 1.500. (Red.)