Tanpa Dukungan Dari Komponen Masyarakat, Pembangunan Daerah Tidak Akan Berhasil

Moch. Geng Wahyudi, SH., MHum.

beritasurabayanet – Pakis Aji, Kab. Malang : Menjelang pemilihan bupati Malang, Suhu politik dikabupaten Malang mulai memanas, masing-masing bakal calon bupati, mulai memasang strategi untuk dapat menduduki kursi orang nomor satu di kabupaten Malang.

Salah satu bakal calon bupati yang memiliki elektabilitas cukup tinggi dan didukung oleh  PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) adalah Moch. Geng Wahyudi.

Tidak gampang untuk dapat mewawancarai Moch. Geng Wahyudi, karena Moch. Geng Wahyudi selain dikenal sebagai tokoh masyarakat, juga dikenal sebagai seorang pengusaha rokok yang cukup sukses di kabupaten Malang.

Ditengah jadwal pekerjaannya yang cukup padat, Moch. Geng Wahyudi bersedia meluangkan waktu untuk diwawancarai oleh reporter beritasurabayanet di rumahnya di daerah Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Malang, berikut wawancara dengan pria yang akrab disapa dengan julukan Pak Geng,

Dalam wawancara yang berlangsung santai, Pak Geng menyampaikan visi misinya apabila masyarakat kabupaten Malang memberi amanah kepada dirinya sebagai bupati Malang,

Dalam pemaparan visi dan misinya, ada empat sektor yang menjadi perioritas bagi Pak Geng dalam membangun kabupaten Malang, empat sector tersebut adalah, sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor pertanian dan sektor perekonomian.

Pada sektor pendidikan, pria yang murah senyum tersebut, menjelaskan kepada reporter beritasurabayanet bahwa sebagian permasalahan yang di hadapi masyarakat kabupaten malang di dunia pendidikan adalah, masih rendahnya daya akses masyarakat khususnya masyarakat miskin di kabupaten Malang dalam menikmati pendidikan yang layak, masih banyak pungutan liar yang dikemas dengan istilah “sumbangan wajib” di dunia pendidikan kabupaten Malang, kebijakan penggunaan dana BOPNAS maupun BOPDA pada sekolah-sekolah di kabupaten Malang yang kurang sempurna, banyak sarana dan prasarana pendidikan yang kurang layak serta kesejahteraan tenaga pendidik termasuk ustadz dan ustadzah yang masih dibawah garis layak.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Pak Geng mengatakan akan memperbaiki kondisi dunia pendidikan di kabupaten Malang, salah satunya adalah dengan cara membebaskan biaya pendidikan mulai dari tingkat TK (Taman Kanak-Kanak) hingga tingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) / sederajat, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan yang kurang layak dengan skala perioritas serta memperbaiki tingkat kesejahteraan tenaga pendidik termasuk GTT (Guru Tidak Tetap) / kontrak.

Lebih lanjut dalam menjelaskan visi dan misinya, Pak Geng juga menjabarkan sektor kesehatan, Pak Geng juga menguraikan permasalahan yang dihadapi sektor kesehatan di kabupaten Malang, dimana masih tingginya kejadan ibu dan anak yang meninggal dalam proses bersalin, banyaknya penderita busung lapar dan balita penderita gizi buruk yang mencapai 0,09 % dari jumlah penduduk kabupaten Malang, serta rendahnya mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit – rumah sakit yang ada di kabupaten Malang bagi pasien pemegang ASKESKIN (Asuransi Kesehatan Orang Miskin), oleh karena itu untuk memperbaiki kondisi tersebut diatas, Pak Geng mengatakan, bahwa salah satu tindakannya adalah, akan gencar mengadakan penyuluhan terhadap masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan meningkatkan daya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas yang ada disetiap kecamatan di kabupaten Malang serta meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan rawat inap serta rawat jalan di rumah sakit daerah sebagai badan layanan umum kesehatan bagi mayarakat, khususnya masyarakat pemegang kartu ASKESKIN di kabupaten Malang.

Di sektor pertanian yang merupakan salah sektor penting di daerah kabupaten Malang, juga mandapat perhatian yang serius dari Pak Geng, di sektor ini Pak Geng juga menguraikan permasalahan yang di hadapi oleh dunia pertanian di kabupaten malang, salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani-petani di kabupaten Malang adalah ketersediaan dan distribusi pupuk yang belum optimal, untuk itu Pak Geng akan melakukan adanya kepastian ketersediaan pupuk serta pedistribusian pupuk yang merata sesuai dengan kebutuhan para petani di kabupaten Malang.

Demikian pula pada sektor perekonomian , adanya permasalahan di sektor ini, semisal adanya ketidak konsistenan para pengambil kebijakan terhadap prinsip ekonomi pro rakyat kecil, oleh sebab itu hal ini akan dirubah dengan menciptakan konsistensi kebijakan ekonomi yang pro rakyat kecil dengan cara menumbuhkan kesimbangan antara dunia usaha yang tidak merugikan rakyat kecil sebagaimana seperti yang telah dirumuskan di dalam Pancasila dan UUD RI 1945.

Menutup wawancara dengan reporter beritasurabayanet, Pak Geng mengatakan, “ Konsep sebagus apapun dalam pembangunan sebuah daerah, tidak akan berhasil bila tidak didukung oleh semua komponen yang ada di daerah tersebut, oleh karena itu Pak Geng mengharapkan dukungan sepenuhnya dari segenap komponen masyarakat kabupaten Malang “. (Frankie HHH)

%d blogger menyukai ini: