Dinas Pertamanan Kota Surabaya Bikin Taman, Ratusan PKL Digusur

Tempat Mencari Nafkah Akan Digusur, Ratusan PKL Jl Nias Surabaya “Nglurug“  Gedung DPRD Kota Surabaya

PKL Jl. Nias Surabaya Berunjuk Rasa Di Depan Gedung DPRD Kota Surabaya

beritasurabayanet – Jl. Yos Sudarso : Ratusan PKL (Pedagang Kaki Lima) las dodok dan duco yang menempati lokasi usaha di Jl. Nias Surabaya menggelar aksi unjuk rasa.

Para PKL tersebut memadati halaman gedung DPRD Kota Surabaya pada hari Selasa (18/05/2010) pagi sekitar pk. 10 oo wib.

Aksi unjuk rasa tersebut dipicu dengan adanya surat pemberitahuan Kecamatan Gubeng yang di tanda tangani oleh Camat Gubeng, Drs Imam Siswandi,MM bernomor 300/280/436.11.6/2010 yang berisi bahwa para PKL sepanjang Jl Nias (viaduk ke utara) harus segera membersihkan lapaknya mulai tgl 26 April 2010, jika tidak maka akan dilakukan penertiban.

Adanya surat tersebut langsung mendapat reaksi keras dari para PKL yang tergabung dalam FPKNB (Forum Pedagang Kaki Lima Nias Bersatu), para PKL langsung merapatkan barisan untuk mengadakan perlawanan, karena menurut mereka dengan adanya penertiban, otomatis mereka akan kehilangan sumber nafkah untuk keluarga mereka.

wakil PKL Jl. Nias Surabaya Menyampaikan Aspirasinya Di Ruang Komisi A DPRD Kota Surabaya

Dengan didampingi LSM ECJWO pimpinan Miko Saleh dan Choirul Anam ketua paguyuban PK5 Surabaya, para PKL mendatangi para wakil rakyat di gedung DPRD Kota Surabaya untuk menyampaikan aspirasi.

Berbagai spanduk yang berisi tentang perlawanan para PKL di gelar di depan gedung DPRD Kota Surabaya sebagai tanda protes,

Erick Tahalele, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Menemui PKL Jl. Nias Yang Berunjuk Rasa

Ketua FPKLNB, Yekti Purwoko saat dikonfirmasi mengatakan,” Kami sebagai obyek yang akan ditertibkan tidak pernah di ajak bermusyawarah, ini soal perut mas…, kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan, usaha ini telah kami tekuni bertahun-tahun bahkan turun temurun d ari orang tua kami, setelah kemarin harus berhadapan dengan PT KAI, kini malah akan ditindas oleh Pemkot Surabaya yang seharusnya melindungi kami sebagai warganya, kami akan datangi pak Camat, jika tetap tidak ada hasil maka akan kami lanjutkan ke gedung dewan dengan tujuan meminta perlindungan kepada para wakil rakyat yang katanya berpihak kepada kami-kami yang kecil ini, pokoknya kali ini modalnya hanya nekad mas ,” ucapnya lantang.

Masa PKL di depan gedung DPRD Kota Surabaya membubarkan diri dengan tertib setelah ditemui dan diberi penjelasan oleh Erick Tahalele, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: