Di Jogja Ular Cobra Dijadikan Hamburger

beritasurabayanet – LiraNews : Hamburger ular cobra Yogyakarta kini mendunia. Setidaknya CNN sudah menayangkan burger jenis ini dalam snapshot beberapa waktu lalu. “ Kelihatannya menakutkan, eh kalau sudah jadi hamburger, uenak…” kata seorang pengunjung sembari menguyah burger itu.

Hamburger ular cobra ini dapat dinikmati di sebuah restoran di Yogyakarta.  Ular berbisa ini dikelupas kulitnya  dan dagingnya diolah menjadi daging segar.

Bukan hanya burger, ular kobra diolah menjadi berbagai menu masakan spesial seperti, tongseng, burger, sup tom yam, nasi gorang dan bumbu lada hitam, Menurut Eko Hadi Iswantoro (29) yang sudah 10 tahun berjualan masakan ular, awalnya sebagian orang memang membeli masakan ular untuk pengobatan berbagai penyakit, seperti gatal-gatal, jerawat, lever, stroke, asma, sampai tumor. “ Tetapi banyak juga yang makan karena suka, bukan untuk pengobatan ,” ujar Eko.

Secara khusus, untuk pengobatan, Eko menjual paket empedu, darah, dan sum-sum ular kobra seharga Rp 25.000. Dagingnya biasanya disertakan sebagai bonus yang bisa dimasak sendiri di rumah. Sebagai obat, bahan -bahan itu biasanya dikonsumsi mentah.

Di warungnya yang sebagian besar pelanggan adalah mahasiswa itu, Eko menjual satu porsi tongseng dan sate ular Rp 7.000. Pada awal ia berjualan, Eko hanya mendapat laba tak lebih dari Rp  100.000 per hari. Saat ini, ia bisa memperoleh Rp 350.000 per hari.

Untuk mencukupinya, dibutuhkan sekitar 30 ekor ular kobra dan 4- 5 ekor ular sanca dengan panjang lebih dari 2,8 meter tiap ekor. Bahan baku itu diperoleh Eko dari para penangkap ular langganannya, yang tersebar di berbagai daerah di Yogyakarta.

Dalam perkembangannya, ular tak hanya disajikan dalam bentuk tongseng dan sate saja. Seperti yang ada di Rumah Makan Kobra, misalnya, pengunjung bisa menikmati daging ular kobra dalam berbagai masakan. Selain sate dan tongseng kobra, ada pula burger, steak, dan nasi goreng kobra. Tak hanya itu, disediakan pula menu kobra lada hitam yang menyajikan daging goreng dengan saus lada hitam. Ada pula kobra wangi dan abon kobra. Harganya beragam, dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000.

“ Peminatnya pun bervariasi, dari anak-anak sampai orang tua ,” kata Sri Sulistyowati Sarjono (31), pemilik restoran di Jalan Hayam Wuruk itu. Menurut dia, kobra lada hitam dan burger kobra banyak d

iminati oleh masyarakat. “ Anak-anak biasanya suka burger kobra ,” kata Lis. Para konsumennya pun tak hanya berasal dari dalam kota, banyak pula para wisatawan yang datang ingin mencoba makanan unik di Yogyakarta.

Menurut pakar teknologi pangan Universitas Gadjah Mada Sri Raharjo, konsumsi ular atau hewan-hewan avertebrata lain aman sejauh yang dikonsumsi adalah bagian daging dan dimasak terlebih dahulu. Otot rangka atau yang dalam pemahaman umum dimengerti sebagai daging ini pada dasarnya merupakan sumber protein dengankualitas yang hampir sama dengan daging ayam, sapi, atau kambing yang biasa dikonsumsi masyarakat.

“ Dibandingkan daging yang tidak dimasak, daging yang dimasak lebih aman dikonsumsi karena mematikan bakteri-bakteri penyebab penyakit ,” tutur Sri. (Red.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: