Kasus Makelar Perijinan Di Komisi A DPRD Kota Surabaya

Diklarifikasi Badan Kehormatan (BK), Hanura, Jamalur dan JJ Mahendra Sebut Nama Tuhan

Setelah BK  DPRD Kota Surabaya mengumpulkan berbagai informasi, terkait rumor kasus praktek makelar ijin Rekreasi Hiburan Umum (RHU) Spa Glamor yang diduga dilakukan oleh Armuji (ketua komisi A) dan Tri Didik (anggota Komisi A), BK DPRD Kota Surabaya melakukan pemanggilan beberapa staff dinas terkait untuk didengar kesaksiannya.

JJ Mahendra

beritasurabayanet – Jl. Yos Sudarso : Setelah gerah dengan isu praktek makelar perijinan RHU yang diduga dilakukan oleh Armuji dan Tri Didik dilansir media masa, BK DPRD Kota Surabaya memanggil pihak-pihak yang terkait untuk di klarifikasi kebenarannya, menurut Agus Santoso Ketua BK, kasus ini bisa menjatuhkan nama baik anggota dewan secara keseluruhan, jika tidak segera diproses dan diketahui kejelasannya.

Pihak terkait yang dipanggil adalah, Hanura Kelana (Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol-PP Surabaya), Jamalur (Dinas Kebudayaan & Pariwisata) dan JJ Mahendra alias Hendra (Dinas Lingkungan Hidup). Nama-nama tersebut adalah orang-orang yang disebut-sebut terkait erat dengan terjadinya dan mencuatnya rumor bahwa ada anggota DPRD Kota Surabaya dari Komisi A yang diduga telah melakukan tindakan pemerasan dengan modus membantu pengurusan perpanjangan dan pengurusan ijin Spa Glamor dengan imbalan 200 juta.

Dalam pertemuan klarifikasi diruang BK, Hanura, Jamalur dan Hendra mengaku dan bersumpah dengan nama Tuhan bahwa dirinya tidak mengetahui soal tersebarnya rumor yang menyangkut nama baik seorang anggota dewan.

Suasana Klarifikasi Di Ruang Badan Kehormatan DPRD Kota Surabaya

Bahkan ketiga orang tersebut diatas, disebut-sebut juga sebagai pionnya Armuji untuk melakukan pemerasan kepada manajemen Spa Glamor, namun hal tersebut dibantah keras oleh ketiganya.

Namun Mahendra mengakui bahwa dirinya ditugasi pimpinannya (Iman Santoso) untuk mendampingi Armuji yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara pribadi (tidak rombongan) ke Heaven Pool (salah satu lokasi usaha di area Kolam Renang Atlas).

Dijelaskan pula oleh Hanura Kelana, bahwa kasus Spa Glamor berawal dari telah habisnya masa ijin HO, namun ijin operasional kepariwisataanya masih berlaku samapai tgl 19 Juni 29010, sehingga keputusan acara hearing di Komisi A yang meminta agar Spa Glamor ditutup, tidak bisa dilakukan oleh Satpol-PP dan tuduhan atas diri Hanura yang menjadi mediatornya Armuji untuk meminta dana imbalan pengurusan ijin kepada manajemen Spa Glamor, juga ditolak mentah-mentah sembari menyebut-nyebut nama Tuhan.

Agus Santoso yang mengatakan bagaimana mungkin Erick Tahalele mengungkapkan kasus terebut, jika tidak bersumber dari orang-orang Eksekutif, karena menurut Agus, tak satupun anggota dewan yang mengetahui masih berlaku dan sudah matinya perijinan sebuah RHU, jika tidak mendapatkan info dari dinas terkait.

Agus juga mengatakan bahwa yang disebut Sidak itu pasti dilakukan secara bersama-sama alias rombongan, namun jika ada Sidak yang dilakukan oleh perorangan, dapat disebut sebagai ” njaluk-njaluk ” ( meminta-minta-bhs jawa), dan itu tidak boleh dilakukan, karena celah unsur gratifikasi sangat terbuka.

Badan Kehormatan memang bukan Lembaga Yudikatif yang bisa menyidik seorang anggota dewan untuk diproses secara hukum, walaupun kasus yang mencuat masuk kategori tindak pidana. Tapi lebih kepada sistem peradilan normatif yang berbicara soal pelanggaran tata tertib. Masih dibutuhkan keseriusan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian dan Kejaksaan agar, tuduhan kasus pemerasan oleh anggota DPRD Kota Surabaya menjadi jelas, karena menyangkut nama baik anggota secara keseluruhan. (cox)

Satu Tanggapan

  1. Halo arek-arek. Sebuah himbauan menyejukkan. Kita sesama manusia harus saling menghargai dan menghormati. Lihatlah filosofi semut. Kenapa ini perlu, sebab di dunia ini tak ada kebenaran mutlak. Kecuali hukum fisika. Itu juga tidak mutlak penuh. Dan bagi kami orang Cina/Tionghoa, kami orang hanya lebih suka yang klasik yaitu yang ikut Muhammadiyah atau NU. Kami tidak suka yang jenggot2 seperti orang2 PKS, atau orang2 Muslim ektrim lainnya, seperti aliran Maliki, Hambali dan lainnya yang baru “diimpor” ke Indonesia bbelum lama, dan cenderung ekstrim, ada yang pakai jengot, norak. Ahmadiyah sebetulnya baik dan orang-orangnya tidak ekstrim. Tapi karena baik dan bisa banyak pengikut, maka difitnah dan dijegal bahkan mereka dibunuh. Padahal, negeri ini bukan negara Islam, tapi sekuler berdasarkan Ketuhanan YME seperti pada Pancasila, dasar negara, ini sangat penting. Artinya, orang boleh beragama apasaja memilih aliran apasaja selama tidak melanggar hukum nasional.

    Dan ini soal penting rek. Perombakan kabinet? Mutlak penting. Bayangkan, seorang menteri diangkat hanya karena dulu suka demo dan sok aksi di depan Kedubes Amerika memanfaatkan isu laris-manis yaitu Palestina-Israel.
    Padahal itu hanya untuk mendapat kursi menteri atau persentase perolehan dalam pemilu. Itu permainan mudah dibaca dari PKS. Kini terbukti sudah bahwa Tifatul Sembiring tidak kapabel. Semua orang tahu pasti dan harusnya dia sudah di-reshuffle sejak dulu. SBY sendiri sejak dulu sudah di atas angin, padahal, dia menang hampir mutlak pada pemilu 2009. Tapi SBY takut tanpa alasan, dengan memutuskan membuat “jaring pengaman” tak perlu yaitu koalisi bersama PKS dan Golkar. Sekarang SBY baru tahu kalau Tifatul itu tidak berguna. Negara mau dikemanakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: