Hujan Tak Pernah Henti, Petani Cabe Merugi Puluhan Juta

beritasurabayanet – Batu (beritajatim.com)–Nasib sial menimpa para petani cabe di wilayah Kota Batu. Akibat bibit cabenya rusak, akhirnya para petani cabe di wilayah Kota Apel itu merugi hingga jutaan rupiah. Pasalnya, yang mengakibatkan bibit cabe rusak itu adalah turunnya hujan terus-menerus.

“Akibat terjadi hujan terus-menerus, membuat banyak bibit cabe rusak saat ditanam akibat diserang jamur. Kalau sudah diserang jamur, imbasnya pada petani cabe. Seketika akan mengalami kerugian hingga puluhan juta. Itu bukan hanya saya alami, tapi hampir semua petani cabe,” terang Luki Budiarto.

Luki Budiarti yang juga Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cabe Mitra Arjuna, Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengatakan, hampir 50 persen bibit cabe merah di lahan pertaniannya rusak. “Sejak dulu, di lahan pertanian saya masih menggunakan pola konvensional. Yakni, menanam secara terbuka. Jadi, akibat hujan yang mengguyur terus-menerus, membuat bibit cabe di lahan saya rusak,” akunya, saat dihubungi via telepon, Jumat (17/12/2010).

Luki mengaku, dia memiliki lahan pertanian cabe merah seluas 20 hektar. Itu yang sudah siap ditanami bibit cabe. Dari luas lahan tersebut, hanya 10 hektar saja yang bibitnya masih bertahan dan bagus.

Sedangkan 10 hektar sisanya telah rusak atau sudah tidak tertanami bibit cabe, karena banyak yang rusak. Di bibit cabe, tepatnya di sub batang dan daun bunga cabe, sudah rusak diserang jamur.

Akibat kerusakan bibit cabe itu, Luki mengaku, mengalami kerugian mencapai Rp 35 juta. Hal itu dengan asumsi setiap hektar rugi senilai Rp 3,5 juta. “Selain itu, produksi pertanian cabe juga diprediksi menurun drastis. Kalau biasanya 1 hektar lahan mampu menghasilkan 1 ton cabe, maka kali ini diprediksi hanya menghasilkan 0,5 ton cabe merah,” ungkapnya.

Satu pohon cabe kalau kondisi normal, kata Luki, bisa menghasilkan 1 kilogram cabe. Tapi, saat ini yang ia alami adalah satu pohon cabe hanya mampu menghasilkan 0,2 hingga 0,5 kilogram cabe.

Luki mengatakan, diperkirakan realisasi produksi selama setahun akan menurun drastis. Sebelumnya, ditargetkan satu tahun menghasilkan 700 ton cabe merah. Tapi, melihat fenomena alam kurang bersahabat, kemungkinan besar realisasi produksi cabe hanya terealisasi 50 persen dari target. [air/ain

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: