Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Diusir Anggota Dewan

beritasurabayanet suarasurabaya.net : Hearing antara anggota DPRD Surabaya dan Masyarakat Surabaya Menggugat berlangsung panas. Bahkan ISA ANSHORI Ketua Dewan Pendidikan Surabaya diusir keluar oleh anggota dewan. Ini bermula ketika SULISTYANTO SUYOSO satu diantara pengunjukrasa yang juga anggota Dewan Pendidikan Jatim memaparkan aspirasi Masyarakat Surabaya Menggugat.

Waktu itu SULISTYANTO memaparkan adanya realita di masyarakat berupa persepsi adanya kongkalikong antara sebagian besar anggota dewan dengan investor terkait pembangunan tol tengah kota. Belum selesai dia memaparkan hal itu secara keseluruhan, ADIES KADIR anggota Fraksi Partai Golkar dan AGUS SANTOSO Anggota Fraksi Partai Demokrat menginterupsi. “Saya interupsi ketua sidang, ini penghinaan terhadap anggota dewan karena menuduh tanpa dasar. Saya akan menuntut anda lewat jalur hukum kalau anda tidak mencabut tuduhan tadi,” kata ADIES KADIR dengan emosi sambil berdiri.

WISNU WARDHANA Ketua DPRD Surabaya yang memimpin sidang pun menengahi, tapi dia segaris dengan ADIES KADIR meminta SULISTYANTO tidak menyampaikan pernyataan konspirasi itu tanpa bukti. Tensi pertemuan pun menurun setelah SULISTYANTO mencabut pernyataannya dengan catatan bahwa dia tidak menuduh anggota dewan, melainkan menyampaikan apa persepsi yang sudah berkembang di masyarakat.

Selanjutnya WISNU WARDHANA melanjutkan pemaparannya tentang persetujuan DPRD Surabaya terkait pembangunan tol tengah. “Kita ini dikasih dana Rp9 triliun untuk dipakai membangun tol tengah. Cara berpikir orang cerdik, pasti akan diterima saja. Wong tidak ada dana APBD terpakai di sini. Saya bilang, ini cara pikir orang cerdik, ya?” kata WISNU.

Merasa tidak ada manfaatnya melakukan pertemuan karena memang satu sama lain berbeda pemikiran, ISA ANSHORI Ketua Dewan Pendidikan Surabaya menginterupsi. “Interupsi, Pak Ketua. Saya rasa ini tidak akan ketemu dan lebih baik kita hentikan saja,” kata dia. Diinterupsi membuat WISNU WARDHANA naik pitam. “Kamu siapa? Saya yang berhak menghentikan sidang ini, bukan kamu!” Teriak WISNU. Hardikan WISNU WARDHANA ini disambut ADIES KADIR dan AGUS SANTOSO yang berteriak, “Kamu keluar saja! Keamanan ! Keluarkan orang ini karena sudah mengganggu jalannya sidang !”

ISA ANSHORI akhirnya dikeluarkan dengan kawalan keamanan dalam DPRD. Saat dikeluarkan, dia masih berteriak ,“Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan !” Oleh WISNU lalu ditimpali ,”Kamu rakyat yang mana?” (edy)

2 Tanggapan

  1. Halo arek-arek. Sebuah himbauan menyejukkan. Kita sesama manusia harus saling menghargai dan menghormati. Lihatlah filosofi semut. Kenapa ini perlu, sebab di dunia ini tak ada kebenaran mutlak. Kecuali hukum fisika. Itu juga tidak mutlak penuh. Dan bagi kami orang Cina/Tionghoa, kami orang hanya lebih suka yang klasik yaitu yang ikut Muhammadiyah atau NU. Kami tidak suka yang jenggot2 seperti orang2 PKS, atau orang2 Muslim ektrim lainnya, seperti aliran Maliki, Hambali dan lainnya yang baru “diimpor” ke Indonesia bbelum lama, dan cenderung ekstrim, ada yang pakai jengot, norak. Ahmadiyah sebetulnya baik dan orang-orangnya tidak ekstrim. Tapi karena baik dan bisa banyak pengikut, maka difitnah dan dijegal bahkan mereka dibunuh. Padahal, negeri ini bukan negara Islam, tapi sekuler berdasarkan Ketuhanan YME seperti pada Pancasila, dasar negara, ini sangat penting. Artinya, orang boleh beragama apasaja memilih aliran apasaja selama tidak melanggar hukum nasional.

    Dan ini soal penting rek. Perombakan kabinet? Mutlak penting. Bayangkan, seorang menteri diangkat hanya karena dulu suka demo dan sok aksi di depan Kedubes Amerika memanfaatkan isu laris-manis yaitu Palestina-Israel.
    Padahal itu hanya untuk mendapat kursi menteri atau persentase perolehan dalam pemilu. Itu permainan mudah dibaca dari PKS. Kini terbukti sudah bahwa Tifatul Sembiring tidak kapabel. Semua orang tahu pasti dan harusnya dia sudah di-reshuffle sejak dulu. SBY sendiri sejak dulu sudah di atas angin, padahal, dia menang hampir mutlak pada pemilu 2009. Tapi SBY takut tanpa alasan, dengan memutuskan membuat “jaring pengaman” tak perlu yaitu koalisi bersama PKS dan Golkar. Sekarang SBY baru tahu kalau Tifatul itu tidak berguna. Negara mau dikemanakan?

  2. Halo Cak. Atika Sunarya dan TV ONE adalah wartawan dan media televisi tolol dan dan bodoh dan harusnya diadili di PN pagi ini karena telah melakukan trial by the press. Atika Sunarya di TV ONE mengatakan bahwa Abu Bakar Ba’asyir “terlibat” aktivitas terorisme dan pendanaan terorisisme di Aceh. Atika Sunarya dan TV ONE tidak mengatakan “diduga/dituduh” terlibat …. Harusnya Atika Sunarya dan TV ONE yang diadlidi di PN.
    Tak ada wartawan dan media di dunia ini yang berani melakukan trial by the press kecuali Atika Sunaray dan TV ONE. Bagaimana mereka tahu Abu Bakar Ba’asyir adalah teroris? Bagaimana Atika Sunarya dan TV ONE serampangan dan berani main tuduh dan mendakwa? Inilah sebuah bangsa yang sakit akibat media di negara ini sendiri yang tidak akurat dan terbawa misi pemfitnahan keji terhadap anak bangsa sendiri, tanpa bukti dan hanya berangkat dari opini yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu. Adalah sembrono dan ketololan TV ONE. Media-media TV Barat yang sangat berani tidak pernah melakukan trial by the press dan selalu mengatakan “diduga” maupun disebut-sebut. Dan bila kita membaca di sebuah sumber penting, misalnya, di Wikipedia saja, tak ada yang berani mengatakan seperti Atika Sunarya dan TV ONE. Wikipedia menulis misalnya bahwa: “Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad (lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938; umur 72 tahun), merupakan seorang tokoh Islam di Indonesia keturunan Arab. Ba’asyir juga merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min. Berbagai badan intelijen menuduh Ba’asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam yang mempunyai kaitan dengan al-Qaeda.” Abu Bakar Ba’asyir membantah karena dia memang bukan teroris. Dia hanya kiyai biasa, punya pesantren, untuk memberikan ilmu agama dan mencari nafkah keluarga dan saudara-saudaranya. Kami adalah wartawan-wartawan investigatif. TV ONE adalah sebuah penyebar kebohongan. Kita harus hati-hati dengan media-media buruk total seperti ini. Atika Sunarya dan TV ONE ternyata adalah wartawan pelanggar kode etik jurnalistik (universal) yang berlaku di seluruh dunia. Negara ini makin hancur karena ulah media-media lokal seperti ini. Hati-hati Cak dengan TV ONE dan wartawati-wartawati yang suka “melacur” pada Barat dan suka tertawa gila itu, Cak. Mereka kayaknya hanya jual cantik dan otak serta etika NOL Besar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: